SIKLUS AKUNTANSI
Oleh :
SITI NURLAILATUL PAKSI ( 2013210160
)
EKONOMI / MANAGEMENT
UNIVERSITAS MADURA
2013
A. Sistem Akuntansi
Akuntansi adalah suatu sistem.
Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas subsistem-subsistem atau
kesatuan yang lebih kecil, yang berhubungan satu sama lain dan mempunyai tujuan
tertentu. Suatu sistem mengolah input (masukan) menjadi output (keluaran).
Sistem akuntansi dalam proses pengolahannya menggunakan siklus atau proses
akuntansi yang dimulai sejak terjadinya transaksi sampai pada tahap pelaporan.
Input sistem akuntansi adalah bukti-bukti transaksi dalam bentuk dokumen atau
formulir dan outputnya adalah laporan keuangan.
B. Siklus Akuntansi
Sistem akuntansi diatas dapat
dijelaskan secara rinci melalui siklus akuntansi. Siklus akuntansi adalah
tahap-tahap yang ada dalam sistem akuntansi. Tahap-tahap yang ada dalam siklus
akuntansi tersebut yaitu:
- Mendokumentasikan transaksi keuangan dalam Bukti dan melakukan Analisis Transaksi keuangan tersebut.
- Mencatat transaksi keuangan dalam Buku Jurnal.
- Memposting atau mengakunkan kedalam Buku Besar, transaksi-transaksi yang sudah dijurnal.
- Menghitung saldo-saldo akun di buku besar pada akhir periode dan mencatatnya kedalam Neraca Saldo.
- Menyesuaikan posisi masing-masing akun berdasarkan informasi yang paling up-to-date (terbaru) dan mencatatnya kedalam Jurnal Penyesuaian.
- Menghitung saldo-saldo akun setelah penyesuaian dan mencatatnya kedalam Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP).
- Menyusun Laporan Keuangan berdasarkan NSSP.
- Menutup saldo-saldo akun di buku besar dan mencatatnya kedalam Jurnal Penutup.
- Menghitung saldo-saldo akun di buku besar dan mencatatnya kedalam Neraca Saldo Setelah Penutupan.
C. TAHAP-TAHAP SIKLUS AKUNTANSI
1. Analisis Transaksi
Tahap pertama kita harus
menganalisis transaksi. Untuk memahami analisis transaksi, kita akan
menggunakan alat bantu “persamaan dasar akuntansi” atau “sistem pencatatan
berpasangan”. Misalnya perusahaan mengeluarkan kas untuk membayar sewa.
Terhadap transaksi ini, akuntansi tidak hanya mencatat pengeluaran kasnya
tetapi untuk apa kas itu dikeluarkan. Persamaan dasar akuntansi yang digunakan
yaitu:
AKTIVA
= PASIVA
Kesepakatan akuntansi menghendaki
adanya pencatatan yang jelas dari mana aktiva diperoleh. Maka sumber
diperolehnya aktiva dicatat pada sisi pasiva. Sumber perolehan aktiva bisa dari
pihak kreditur. Oleh karena itu, ada dua pihak sumber diperolehnya aktiva,
yaitu pemilik dan kreditur. Untuk membedakan dengan jelas antara hak pemilik
dan hak kreditur, maka hak para kreditur disebut utang atau kewajiban dan
hak pemilik disebut ekuitas atau modal pemilik. Dengan demikian persamaan
dasar akuntansinya menjadi:
AKTIVA
= UTANG + EKUITAS
2. Jurnal Transaksi
Menjurnal adalah prosedur mencatat
transaksi keuangan dibuku jurnal secara kronologis (urut waktu). Dengan adanya
jurnal, pencatatan ke masing-masing akun menjadi lebih mudah, sebab jurnal
sudah memilah-milah transaksi dengan pendebitan dan pengkreditan yang sesuai
dengan akun yang bersangkutan. Untuk menjurnal digunakan buku jurnal. Ada 2
jenis buku jurnal yang digunakan, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal
umum digunakan untuk mencatat semua transaksi. Jurnal khusus digunakan untuk
mencatat satu jenis transaksi saja. Misalnya jurnal pembelian untuk mencatat
transaksi pembelian, jurnal penjualan untuk mencatat semua transaksi penjualan,
jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat semua kas masuk
dan kas keluar.
3. Posting ke Buku Besar
Selanjunya adalah memposting ke Buku
Besar. Buku Besar adalah buku yang berisi kumpulan akun-akun. Setelah
transaksi-transaksi keuangan dicatat ke buku jurnal selanjutnya tiap-tiap data
transaksi dimasukan kedalam masing-masing akun yang sesuai di Buku Besar.
Proses ini disebut posting. Posting dapat dilakukan secara kronologis (pada
saat terjadinya transaksi) seperti penjurnalan, tetapi dapat juga secara
periodik (mingguan atau bulanan). Akun-akun buku besar tersebut apabila
memerlukan rincian lebih lanjut maka rincian lebih lanjut akan dibuat dalam
Buku Besar Pembantu. Buku Besar Pembantu adalah buku yang digunakan untuk mencatat
rincian akun tertentu yang ada di buku besar. Contoh Buku Besar Pembantu yaitu
Buku Besar Pembantu Piutang dan Buku Besar Pembantu Utang.
4. Neraca Saldo
Prosedur berikutnya adalah menyusun
Neraca Saldo pada akhir periode. Neraca Saldo adalah daftar akun beserta saldo
yang menyertainya. Adapun saldo akun diambil angkanya dari saldo akhir disetiap
akun. Neraca Saldo yang benar menuntut kesamaan keseluruhan jumlah pendebitan
dengan keseluruhan jumlah pengkreditan. Neraca Saldo akan benar (seimbang debit
dan kreditnya) jika proses pemindahan transaksi dari jurnal keakun (posting)
juga dilakukan dengan benar.
5. Jurnal Penyesuaian
Tahap kelima yaitu menyesuaikan
posisi masing-masing akun berdasarkan informasi yang paling up-to-date (terbaru). Hal ini dilakukan
karena penyesuian memungkinkan untuk melaporkan posisi aktiva, utang dan
Ekuitas di neraca pada tanggal neraca dan untuk melaporkan jumlah laba atau
rugi yang wajar. Neraca saldo mungkin belum memuat data laporan keuangan yang up-to-date karena alasan-alasan berikut:
- Kejadian-kejadian tertentu, seperti pemakaian bahan habis pakai yang tidak dijurnal setiap hari karena penjurnalan demikian tidak praktis.
- Biaya yang terjadi karena berlalunya waktu, seperti berkurangnya manfaat gedung, persekot sewa dan asuransi, tidak dijurnal selama periode akuntansi.
- Beberapa akun seperti biaya listrik, belum dicatat karena tagihan dari PLN belum diterima.
Dengan demikian, jurnal penyesuaian
disusun untuk tujuan-tujuan berikut:
- Melaporkan semua pendapatan (revenues) yang diperoleh selama periode akuntansi.
- Melaporkan semua pembiayaan (expenses) yang terjadi selama periode akuntansi.
- Melaporkan nilai aktiva pada tanggal neraca. Sebagian nilai aktiva pada awal periode telah terpakai selama satu periode akuntansi yang dilaporkan.
- Melaporkan kewajiban (utang) pada tanggal neraca. Dalam hal ini pembiayaan sebenarnya sudah terjadi, tetapi belum dibayar.
6. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Setelah jurnal penyesuaian dibuat,
langkah berikutnya adalah mempostingnya ke buku besar sesuai akun yang
bersangkutan. Setelah diposting, maka akun-akun akan menunjukan saldo akun yang
terbaru. Prosedur berikutnya memindahkan saldo masing-masing akun ke Neraca
Saldo Setelah Penyesuaian. Sehingga saldo yang ada dalam Neraca Saldo Setelah
Penyesuaian adalah saldo-saldo akun yang telah disesuaikan. Apabila dalam
penyesuaian muncul akun baru, maka akun baru akan dimasukan dalam Neraca Saldo
Setelah Penyesuaian.
7. Laporan Keuangan
Nah selanjutnya menyusun laporan
keuangan. Laporan keuangan disusun dengan mengambil data dari Neraca Saldo
Setelah Penyesuaian. Laporan keuangan yang digunakan pada umumnya yaitu,
neraca, laporan laba lugi, dan laporan perubahan ekuitas. Neraca adalah laporan
keuangan yang menyajikan posisi keuangan pada periode tertentu yang berisi
informasi tentang aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Laporan laba rugi
melaporkan laba bersih perusahaan yang diperoleh dari pendapatan yang diterima
dikurangi beban-beban yang dibayar oleh perusahaan. Laporan laba rugi berisi
rincian pendapatan operasional perusahaan, beban-beban operasional dan
beban-beban diluar usaha. Serta pengurang pendapatan lainnya seperti pajak.
Laporan perubahan ekuitas menyajikan ekuitas (modal) akhir pemilik setelah
dikurangi biaya privat pemilik dan ditambah laba bersih operasi.
8. Jurnal Penutup
Setelah membuat laporan keuangan
akhir bulan, selanjutnya adalah membuat jurnal penutup. Akun pendapatan dan
biaya dikenal sebagai akun nominal yang pada akhir periode akuntansi akan
ditutup dengan cara memindahkannya (transfer) ke dalam akun modal pemilik
(ekuitas dana). Proses transfer akun nominal ke modal pemilik ini disebut
proses penutupan akun nominal. Proses penutupan ini meliputi 3 tahap yaitu,
menutup akun pendapatan ke akun Ikhtisar Laba Rugi, menutup akun biaya ke akun
Ikhtisar Laba Rugi dan menutup akun Ikhtisar Laba Rugi ke akun Ekuitas Dana.
9. Neraca Saldo Setelah Penutupan
Tahap terakhir dari siklus akuntansi
adalah penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan. Seperti halnya neraca saldo
yang lain, Neraca Saldo Setelah Penutupan berisi ringkasan saldo akun-akun.
Hanya saja saldo tersebut adalah setelah pembuatan jurnal penutup. Oleh karena
proses penutupan akun nominal mentransfer saldo akun pendapatan dan biaya ke
akun Ekuitas Dana, maka dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan tidak akan
dijumpai akun nominal tersebut. Kalaupun ada, saldonya akan bernilai nol.
Dengan disusunnya Neraca Saldo Setelah Penutupan
ini, akan tampak bahwa akun-akun sudah siap digunakan kembali pada periode
akuntansi selanjutnya. Akun-akun nominal sudah kembali nol, sedangkan akun-akun
riil menyajikan jumlah yang benar-benar menjadi aktiva, kewajiban dan Ekuitas.