MAKALAH
MANUSIA,
SAINS DAN TEKHNOLOGI
Dosen Pengampu : Ir. A. Yudi Heriyadi, MMA
DISUSUN
OLEH :
Nurholis (2013210145)
Syaiful Umam (2013210156)
Siti Rahmatullah (2013210159)
Siti Nurlailatul Paksi (2013210160)
Usfatul Jamila (2013210161)
Dwi Oktarini Putri (2013210188)
Ardian Hadi Sukmana (2013210189)
Ella Rustiana (2013210210)
Trisno Wardana (2013210211)
Isroni Ibnu Fajar (2013210212)
M Hendro Saputra (2013210214)
Saedi Bazir (2013210215)
MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
MADURA
PAMEKASAN
TAHUN AJARAN 2013
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke
Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya,
sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai “ MANUSIA, SAINS DAN TEKHNOLOGI “ .
Makalah ini merupakan tugas mata
kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Fakultas Ekonomi Manajement Universitas
Madura yang dibuat berdasarkan buku panduan dan referensi lainnya.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan
yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta
kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Pamekasan , November 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Bab I PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang Masalah
1.2.Tujuan
a. Untuk
mengetahui perkembangan dunia sains dan tekhnologi
b. Untuk
mengetahui IPTEK dan peradaban manusia
c. Untuk
mengetahui dampak positif dan negative IPTEK
1.3.Landasan
Teori
1.4.Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
perkembangan dunia sains dan tekhnologi ?
2. Bagaimana
IPTEK dan peradaban manusia ?
3. Apa
dan bagaimana dampak-dampak IPTEK ?
Bab II PEMBAHASAN
2.1.Perkembangan Dunia Sains dan Tekhnologi
2.2.IPTEK dan Peradaban Manusia
2.3.Dampak Positif dan Negatif IPTEK
Bab III PENUTUP
3.1.Kesimpulan
3.2.Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Manusia ini pada umumnya sangat membutuhkan teknologi dan ilmu
pengetahuan. Namun setelah teknologi menempuh perkembangan amat pesat masa lalu
hingga menyilaukan mata manusia, kini benar-benar orang mulai mempersoalkan
akibat-akibat yang di bawa teknologi pada peradaban manusia sebagai
keseluruhan, baik benturan teknologi terhadap nilai-nilai kemanusian,
akibat-akibat fisik maupun benturannya terhadap tata lingkungan sebagai
keseluruhan.
Sains, member penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam
menguasai ilmu pengetahuan itu, dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta.
Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban kepada persoalan-persoalan
secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifif dan ia menjadi landasan
perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsure terpenting peradaban
manusia.
Teknologi merupakan aplikasi dari sain sebagai respons atas tuntutan
manusia akan kehidupan yang lebih baik. Teknologi adalah suatu cara untuk
teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan
keterampilan manusia.
1.3.Landasan
Teori
1. Manusia
a. Pengertian
Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari
kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir,
berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah
gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. manusia
adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk
material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena
manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Pada hakikatnya
manusia merupakan makhluk yang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak.Manusia
atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara
campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk
manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan
tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan
kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan
dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan,
mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi
mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama
berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan
satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan
manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara
alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki
dewasa sebagai pria. Anak muda
perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan
dewasa sebagai wanita.
b. Pengertian
Manusia Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut
beberapa ahli:
Ø
NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia
adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani
merupakan satu barang.
Ø ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi
yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
Ø UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa,
pikiran, dan prana atau badan fisik.
Ø SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu
dengan kuku datar dan lebar.
Ø KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang
kesatuannya tidak dinyatakan.
Ø I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya,
yaitu cipta, rasa dan karsa.
Ø OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY
AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah
mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan,
akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan
lingkungan.
Ø ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan
bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan
dengan mahluk yang lain.
Ø PAULA J. C & JANET W.
K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam
situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu
serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai
kemungkinan.
c. Beberapa Definisi Manusia :
1.
Manusia adalah makhluk
utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai
jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
2.
Manusia adalah kemauan
bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti
bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama
yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat
sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan
bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial,
kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan.
3.
Manusia adalah makhluk
yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti
bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia
eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu
menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada
permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar
penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati
batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau
dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia
mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri.
Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
4.
Manusia adalah makhluk
yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg
mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari,
manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
5.
Manusia adalah makhluk
kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara
keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan
manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan
untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan
dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu
posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.
6.
Manusia adalah makhluk
idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg
ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah
faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan
kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan
inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki,
mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
7.
Manusia adalah makhluk
moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari
ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana
suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin
dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga
orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi
ikatan ini.
8.
Manusia adalah makhluk
utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu
penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan,
ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan
mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan
ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti
kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai. Al Qur’an memandang
manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan social. Manusia sebagai basyar
tunduk pada takdir Allah, sama dengan makhluk lain. Manusia sebagai insan dan
al-nas bertalian dengan hembusan roh Allah yang memiliki kebebasan dalam
memilih untuk tunduk atau menentang takdir Allah. Manusia memiliki fitrah dalam
arti potensi, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia.
Potensi yang dimiliki manusia dapat dikelompokkan pada dua hal, yaitu potensi
fisik dan potensi ruhaniah. Potensi fisik manisia adalah sifat psikologis
spiritual manusia sebagai makhluk yang berfikir diberi ilmu dan memikul
amanah.sedangkan potensi ruhaniah adalah akal, gaib, dan nafsu. Akal dalam
penertian bahasa Indonesia berarti pikiran atau rasio. Dalam Al Qur’an akal
diartikan dengan kebijaksanaan, intelegensia, dan pengertian. Dengan demikian
di dalam Al Qur’an akal bukan hanya pada ranah rasio, tetapi juga rasa, bahkan
lebih jauh dari itu akal diartikan dengan hikmah atau bijaksana. Musa Asyari
(1992) menyebutkan arti alqaib dengan dua pengertian, yang pertama pengertian
kasar atau fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk bulatpanjang, terletak
di dada sebelah kiri, yang sering disebut jantung. Sedangkan arti yang kedua
adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah, yaitu
hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian, berpengetahuan, dan
arif. Akal digunakan manusia dalam rangka memikirkan alam, sedangkan mengingat
Tuhan adalah kegiatan yang berpusat pada qalbu. Adapun nafsu adalah suatu
kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. Dorongan-dorongan
ini sering disebut dorongan primitif, karena sifatnya yang bebas tanpa mengenal
baik dan buruk. Oleh karena itu nafsu sering disebut sebagai dorongan kehendak
bebas.
2. Sains
a.
Pengertian Sains
Sains
merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalam pengetahuan
alamiah, dan berisikan informasi yang memberikan gambaran tentang struktur dari
suatu sistem serta penjelasan tentang pola laku sistem tersebut. Sistem yang
dimaksud dapat berupa sistem alami maupun sistem yang merupakan rekaan
pemikiran manusia mengenai pola laku hubungan dalam tatanan kehidupan
bermasyarakat.
Kita
dapat mempelajari sains dari alam semesta yang dimulai dengan bertanya kepada
alam atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang alam. Dari pertanyaan itulah
kemudian muncul sebuah hipotesis yang akan diajukan secara empiris sehingga
dari pengujian empiris tersebut diperoleh informasi yang valid dan dapat
dipercaya.
Sains
dan hasilnya dapat dirasakan dalam semua aspek kehidupan manusia. Untuk itu
sains harus menjadi bagian internal dari sistem pendidikan nasional supaya para
siswa menjadi warga negara dan masyarakat yang sadar akan pentingnya sains di
era masa kini. Namun pada kenyataanya sains tidak selamanya berjalan dengan
baik dalam memberikan manfaat kepada umat manusia, karena sains dapat berakibat
buruk jika dipersalahgunakan.
Selain
ditafsirkan dari arti katanya, beberapa ahli juga mengemukakan arti sains,
antara lain :
1.
Ralf Ross dan Ernest Van Den Haag,
sains adalah yang empirik, yang rasional, yang umum dan bertimbun-susun dan
keempat-empatnya serentak.
2.
Mohammd Hatta, sains adalah pengetahuan yang teratur hasil pekerjaan sebab-musabab dalam satu golongan yang sama
tabiatnya maupun kedudukkannya, yang tampak dari luar maupun dari dalam.
3.
Karl Pearson (1857-1936), sains
adalah lukisan atau keterangan yang lengkap dan
konsisten tentang pengalaman dengan istilah yang sederhana sesedikit mungkin.
4.
Herbert L Searles, sains adalah pengetahuan yang tepat, disahkan
secara paling cermat dan paling umum yang diperoleh oleh manusia.
5.
Shahrir Mohd Zain, sains berupa analisis fenomena secara bersistem,
logik,dan objektif khusus yang
diperantikan (alat) untuk mengwujudkan pengetahuan yang boleh
dipercayai.
6.
Berdasarkan webster new collegiate dictionary definisi
dari sains adalah“pengetahuan yang
diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian ” atau“ pengetahuan yang
melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum – hokum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah”. Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah
sistem untuk mendapatkan
pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan
fenomena – fenomena yang terjadi di alam .
7.
Ensiklopedia Indonesia, sains ialah suatu sistem dari berbagai
pengetahuanyang masing-masing mengenai bidang pengalaman tertentu
disusun demikianrupa menurut asas-asas
tertentu hingga menjadi kesatuan, suatu sistem dari berbagai
pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan yang
dilakukan secara teliti dengan menggunakan kaedahtertentu.Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang
alam semesta secara sistematis, dan bukan hanya pengetahuan yang berupa
fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu
proses penemuan.
8.
Menurut Medawar (1984) sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari
kata sienz, ciens, cience, syence,
scyense, sciens, scians. Sains adalah aktifias pemecahan masalah
yang dilakukan oleh manusia yang dimotivasikan oleh rasa ingin tahu tentang dunia sekitar mereka dan
keinginan.untuk memahami alam tersebut, serta keingian memanipulasi alam dalam
rangka meluaskan keinginan atau kebutuhannya. Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge
(ilmu). Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains.Yang dimaksud ilmu
sains adalah: Ilmu yang dapat diuji
(hasil dari pengamatan sesungguhnya)kebenarannya dan dikembangkan secara
sistematis dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau
kenyataan semata sehingga pengetahuan yang ditemukan tersebut boleh dipercayai,
melalui eksperimen secara tepat. Dalam
memperoleh pengetahuan yang merupakan penjelasan terhadap fenomena-fenomena
alam maupun sosial ada etika yang harus di taati yaitu :
a.
Objektif : Dalam
praktek objektif artinya secara terus menerus memperbaiki pengukuran
agar semakin akurat dan kemudian meminta kepada rekansejawat
untuk me-review.
b.
Metode : Masing-masing
disiplin ilmu pengetahuan mengembangkan seperangkat teknik-teknik dalam
mengumpulkan dan mengolah data.
Namun, secara umum metode penelitian berasumsi bahwa:
1.
Realitas harus ditemukan
2.
Observasi langsung untuk
menemukannya.
3.
Penjelasan
material dari fenomena yang dapat diobservasi harus selalu memadai
sedangkan penjelasan metafisik tidak perlu.
3. Tekhnologi
Pengertian
Teknologi
Teknologi
berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut
Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada
masalah-masalah praktis.
Untuk membatasi
pengertian teknologi yang luas, maka pengertian teknologi dapat dikelompokan
sebagai berikut:
1.
Teknologi
sebagai barang buatan
Tidak ada
manusia yang sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada pada
diri manusia itu kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar kelemahan
yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit berkurang. Tetapi barang-barang buatan
tidak hanya terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya
belum terpikirkan.
2.
Teknologi
sebagai kegiatan manusia
Kegiatan
manusia tidak lepas dari kegiatan membuat dan menggunakan. Kegiatan manusia itu
merupakan bentuk dari teknologi itu sendiri.
3.
Teknologi
sebagai kumpulan pengetahuan
Kegiatan
membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan
ilmu menggunakan (komsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan
yang didapat manusia dari berbagai sumber.
Contoh-contoh teknologi:
·
Teknologi komunikasi Suatu sistem yang memungkinkan kita
dapat berkomunikasi dengan siapapun,
kapanpun, dan dimanapun tidak terbatas pada
tempat,
jarak dan waktu. Misal: internet, handphone, bairless, dll.
BAB II PEMBAHASAN
2.1.
PERKEMBANGAN DUNIA SAINS DAN TEKHNOLOGI
Perbedaan utama antara negara maju dan negara berkembang
adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju karna didukung oleh sistem
informasi yang mapan. Sebaliknya, sistem
informasi yang lemah di negara-negara berkembang mengakibatkan keterbelakangan
dalam penguasaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju
atau tidaknya suatu negara sangat di tentukan oleh penguasaan teirhadap
informasi, karena informasi merupakan modal utama dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan dan.teknologi yang menjadi senjata pokok untuk membangun negara.
Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap eksis dalam persaingan
global, maka negara tersebut harus menguasai informasi.
Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap
informasi tidak cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan
ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah usang,
padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat
mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain, informasi
lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.
Masukan dan kontribusi langsung dari para pemegang peran
yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi
yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan
sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya
manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh
sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran. Lagipula kunci utama
untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi
terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala
bidang.
Kehidupan kita sekarang perlahan lahan mulai berubah dari
dulunya era industri berubah menjadi era informasi di balik pengaruh majunya
era globalisasi dan informatika menjadikan computer, internet dan pesatnya
perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada atau tidak
boleh kekurangan dikehidupan kita. Aktifitas network globalisasi ekonomi yang
disebabkan oleh kemajuan dari teknologi informasi bukan hanya mengubah pola
produktivitas ekonomi tetapi juga meningkatkan tingkat produktivitas;dan
pada saat bersamaan juga menyebabkan perubahan structural dalam kehidupan
politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan juga konsep waktu dalam
dalam berbagai lapisan masyarakat.
Dalam globalisasi ekonomi, perekonomian dunia tidak akan
lagi mengenal batas-batas negara dan bahkan peranan negara diramalkan akan
semakin berkurang.
Arus globalisasi ekonomi dipercepat oleh kemajuan teknologi yang makin pesat
khususnya di bidang transportasi, telekomunikasi dan informasi yang memungkan
arus orang, barang, jasa, dan informasi bergerak dengan lebih cepat, dalam
jumlah yang semakin besar, dengan kualitas yang semakin baik, dan dengan biaya
yang semakin murah. Persaingan antar bangsa dalam memproduksi barang dan jasa
akan semakin kuat dan ketat. Kemajuan teknologi itu pulalah yang akan makin
mempercepat proses globalisasi di berbagai bidang kehidupan manusia. Dengan
demikian, maka penguasaan iptek dari suatu bangsa yang akan menentukan
keberhasilan bangsa itu menghadapi globalisasi dalam bidang ekonomi dan bidang
kehidupan lainnya.
2.2.IPTEK
DAN PERADABAN MANUSIA
Sains dan
Teknologi adalah institusi manusiawi; artinya Sains dan Teknologi adalah karya
yang d ilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga
tidak akan ada. Namun ada beda fundamental antara kedua institusi tersebut.
Perbedaannya terletak pada sumbernya. Sains sebagai “body of knowledge”
yang kita ketahui saat ini adalah hasil abstraksi manusia dari sumber alami
melalui berbagai fenomena yang diamatinya. Kemudian fenomena tersebut
direpresentasikan kedalam berbagai model yang membentuk suatu paradigma. Maka
kebenaran sains adalah bila dan hanya bila suatu fenomena alami dapat cocok (fit)
pada model-model dari suatu paradigma yang berlaku. Bila model dalam suatu
paradigma yang dianut tidak lagi dapat merepresentasikan suatu fenomena alami
tertentu, maka fenomena tersebut merupakan suatu anomali. Namun anomali tidak
dapat terjadi berulang kali. Bila hal demikian ditemui maka paradigma
tersebutpun mengalami krisis dan gugur sebagai paradigma yang absah untuk
kemudian digantikan oleh model baru yang membentuk paradigma baru pula (Kuhn,
1996). Fenomena alami dan kebenaran yang ada dibaliknya sebenarnya telah
beroperasi sejak jauh sebelum manusia ada, misalnya gaya gravitasi dan
elektromagnetik, adanya elektron dan neutron didalam atom, proses radioactive
decay dan lain sebagainya merupakan kebenaran alami yang telah beroperasi
sejak awal sejarah jagad raya ini, jauh sebelum manusia menghuni planet Bumi.
Oleh karena itu berbagai kebenaran alami yang terhimpun dalam sains merupakan
temuan (discovery) manusia. Namun tanpa manusiapun kebenaran alami
tetap beroperasi sebagai sumber dari sains. Berbeda dari sains, teknologi
sepenuhnya bersumber pada manusia itu sendiri. Teknologi diciptakan manusia
sebagai instrumen dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Teknologi merupakan suatu
fenomena sosial. Oleh karena itu tanpa manusia, tanpa masyarakat, teknologipun
tiada. Teknologi diciptakan manusia melalui penerapan (exercise)
budidaya akalnya. Manusia harus mendayakan akal pikirannya dalam me-reka
teknologi berdasarkan ratio (nalar) dan kemudian membuatnya, me-yasanya,
menjadi suatu produk yang kongkrit. Jadi perlu penerapan rekayasa dalam
menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi kemudian akan membantu manusia
dalam merekayasa. Inter-relasi dan interaksi antara rekayasa dan teknologi
sering sulit dipahami karena seakan terjadi secara obvious atau
terjadi sepenuhnya dilatar belakang sehingga luput dari pengamatan. Maka untuk
mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari peran rekayasa dalam penciptaan
teknologi dan sebaliknya, perlu digresi sebentar sampai pada saat asal mula
terbentuknya masyarakat manusia.
2.3.Dampak Positif dan Negatif IPTEK terhadap kehidupan
1.
Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan
komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita
rasakan dampak positipnya antara lain:
a. Kita akan lebih cepat mendapatkan
informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui
internet.
b. Kita dapat berkomunikasi dengan
teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
c. Kita mendapatkan layanan bank yang
dengan sangat mudah. Dan lain-lain
Disamping keuntungan-keuntungan yang
kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga
untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a) Pemanfaatan jasa komunikasi oleh
jaringan teroris (Kompas)
b) Penggunaan informasi tertentu dan
situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu
untuk tujuan tertentu
c) Kerahasiaan alat tes semakin
terancam
Melalui
internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan
dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
d) Kecemasan teknologi
Selain
itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer
karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah
beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet
karena disambar petir.
2. Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi
berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat
positifnya antara lain:
1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin
tinggi
2. Terjadinya industrialisasi
3.
Produktifitas dunia industri semakin
meningkat
Kemajuan teknologi akan meningkatkan
kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri
maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung
secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia
ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan
semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul
teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak
langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan
selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu
pergi ke toko.
4.
Persaingan dalam dunia kerja
sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang
dimiliki
Kecenderungan perkembangan teknologi
dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga
kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang
diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu
mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan
tenaga kerja yang berubah tersebut.
5.
Di bidang kedokteran dan kemajauan
ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi
Meskipun demikian ada pula dampak
negatifnya antara lain;
1. Terjadinya pengangguran bagi
tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang
dibutuhkan.
2. Sifat konsumtif sebagai akibat
kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang
secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas
yang bermental “instant”.
6.
Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita
lihat :
1) Perbedaan kepribadian pria dan
wanita
Banyak
pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang
posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia
bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan
pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From
Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John
Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin
membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota
parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
2) Meningkatnya rasa percaya diri
Kemajuan
ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan
dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri
sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat
melecehkan bangsa-bangsa Asia.
3) Tekanan
kompetisi
yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan
melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan teknologi
akan berpengaruh negatif pada aspek budaya:
1. Kemerosotan moral di kalangan warga
masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan
ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan
material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam
materi tetapi miskin dalam rohani”.
2. Kenakalan dan tindak menyimpang di
kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi
yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah
melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam
menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan
tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam
berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas
sampai tindak kejahatan.
3. Pola interaksi antar manusia yang berubah
Kehadiran
komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah
pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka
peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet
relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan
kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet)
telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan
saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui
internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan
komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik
mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
7.
Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang
sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
a. Munculnya media massa, khususnya
media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini
adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b. Munculnya metode-metode pembelajaran
yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan
kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu
memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi
bisa dibuat abstrak.
c. Sistem pembelajaran tidak harus
melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus
mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet
dan lain-lain.
Disamping
itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
1. Kerahasiaan alat tes semakin
terancam
Program
tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses
melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi
yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu
dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
2. Penyalahgunaan pengetahuan bagi
orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan
di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi
mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka
orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.
8.
Bidang politik
a. Timbulnya kelas menengah baru
Pertumbuhan
teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah
baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak
berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas
menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan
kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b. Proses regenerasi kepemimpinan.
Sudah
barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan
substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin
kental.
c. Di bidang politik internasional,
juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di
bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah
dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya
kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi,
sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan.
Setiap
inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.
Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas
manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak
manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade
terakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan
bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
3.2.Saran
Pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan
atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna
teknologi.
Perkembangan
teknologi yang melanda hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya. Jangan
sampai perkembangan media menjadikan manusia sebagai objek, menyeret dan
memaksanya pada kehidupan yang menyimpang.
Sains dan
teknologi harus memberikan pengaruh yang baik, karena kasus yang terjadi sains
dan teknologi ini dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesenangan materi dan
mengorbankan alam semesta.
Perubahan gaya hidup yang ditiru dan
budaya asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya gejala keterasingan dan
kebudayaan sendiri.
Saran tersebut ditujukan kepada generasi
muda yang dapat memberikan
pengaruh yang positif bagi perubahan peradaban manusia. Dan Supaya Pemanfaatan
dari sains dan teknologi, tidak
menimbulkan masalah baru dalam
kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan
budaya bangsa dan adanya campur tangan pemerintah di suatu negara untuk membuat
peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus
dipatuhi oleh pengguna teknologi.
DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
Baggazboman:contoh makalah manusia sains dan teknologi.htm
Ilmu Budaya Dasar
HUBUNGAN MANUSIA, SAIN DAN TEKNOLOGI.htm:
Abu Ahmadi. H, A. Supatmo. 1998,
Ilmu Almiah Dasar. Jakarta. PT. Rineka Cipta.
Elly M. Setiadi, Et Al. 2006. Ilmu
Sosial Dan Budaya Dasar. Jakarta Kencana Prenada Media Group.
Jasin Maskoeri, 2005, Ilmu Alamiah
Dasar. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.
Makalah ISBD “Manusia, SAINS dan Teknologi” _ DRUtami
Site.htm
pengertian manusia menurut para ahli _ DREAMER.htm